Info Seputar Sukabumi

Tampilkan postingan dengan label Apple. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Apple. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 April 2015

GadgetLibraries -- International Business Machines (IBM) bekerjasama dengan Apple menciptakan sebuah unit analisis data sektor kesehatan.  Unit analisis data sektor kesehatan ini yang dinamai Watson Health menggunakan informasi kesehatan yang dikumpulkan oleh jutaan perangkat Apple.

Unit analisis data sektor kesehatan yang bernama Watson Health ini dikonsep untuk mengumpulkan informasi kesehatan dari sejumlah perangkat dan penyedia cloud. Unit tersebut juga menawarkan penemuannya untuk perusahaan kesehatan seperti Johnson & Johnson dan Medtronic. Selanjutnya dari hasil penemuan Unit analisis data sektor kesehatan Watson Health dapat diintegrasikan ke layanan yang akan mereka jual kepada perusahaan kesehatan tersebut.

IBM mengatakan akan membangun markas Unit analisis data sektor kesehatan Watson Health di Boston dengan 2.000 karyawan, termasuk di dalamnya 75 praktisi medis. Pihak IBM juga mengatakan akan mengakuisisi dua perusahaan teknologi kesehatan, Explorys dan Phytel, untuk menambah kemampuan dalam analisis data kesehatan.

Namun sebelumnya, IBM telah memiliki kesepakatan dengan piak Apple dalam bidang aplikasi, dan memperluas kerjasama di bidang kesehatan.

Yang pasti unit analisis data sektor kesehatan Watson Health akan membawa layanan cloud dan analisis data terbaru Apple ke bisnis kesehatan, HealthKit dan ResearchKit.

HealthKit sendiri akan memusatkan data kesehatan pengguna yang disediakan oleh sejumlah pusat kebugaran dan aplikasi kesehatan.

Sementara itu ResearchKit merupakan open-source platform yang memungkinkan peneliti membuat aplikasi diagnostik untuk digunakan pada iPhone. Salah satu contohnya adalah mPower, yang mengukur getaran tangan untuk menguji penyakit Parkinson.

Kedua layanan tersebut HealthKit dan ResearchKit menghasilkan jutaan titik data, dan dengan persetujuan konsumen, IBM akan mengubah data anonim menjadi sinyal untuk pengobatan penyakit atau rehabilitasi.

Perusahaan Johnson & Johnson, mengatakan, bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan IBM dalam sistem pembinaan berbasis mobile untuk membantu pasien sebelum atau setelah operasi, dan akan meluncurkan aplikasi kesehatan baru yang ditujukan untuk penyakit kronis.

Pembuat perangkat medis Medtronic mengatakan akan menggunakan penemuan dari Watson Health dan akan bekerja dengan IBM dalam perencanaan perawatan secara pribadi bagi penderita diabetes, demikian Reuters.

waow, semakin canggih aja ...

sumbernya antara : 
http://www.antaranews.com/berita/490661/ibm-gandeng-apple-j--j-medtronic-luncurkan-unit-kesehatan

Senin, 16 Maret 2015

GadgetLibraries -- Hasil survei Reuters/Ipsos menunjukkan bahwa orang Amerika minatnya pada Apple Watch rendah. Apple Watch yang merupakan smartwatch baru milik Apple diprediksi akan sulit terjual. Hasil survei menunjukkan 69% orang Amerika tidak tertarik membeli gadget Apple Watch.

Survei ini dilakukan melalui jajak pendapat setelah CEO Apple Tim Cook mempresentasikan jam tangan pintar ini ke publik. Sekitar setengah dari responden mengaku telah mendengar berita tentang Apple Watch tersebut dalam beberapa hari terakhir. Meskipun demikian ada kabar baik bagi Apple karena survei ini juga menyebutkan terdapat sekitar 13% responden yang tidak memiliki iPhone menyatakan akan mempertimbangkan membeli Apple Watch, karena membutuhkan iPhone untuk bekerja sepenuhnya.
 
Apple memang telah sukses memupus skeptisisme terhadap iPad dan iPod ketika keduanya mengawali debut, namun survei ini menyarankan agar perusahaan teknologi terbesar di dunia ini membuat jam tangan pintarnya lebih mudah dikenal di mana-mana.

Keberadaan Apple Watch telah menjadi tes kepemimpinan bagi Tim Cook, karena produk baru ini adalah pertama bagi Apple dalam lima tahun terakhir yang akan diluncurkan 24 April mendatang. Fitur-fitur pada Apple Watch memungkinkan pengguna memeriksa email, mendengarkan musik dan melakukan panggilan telepon dari pergelangan tangan. Apple menjual jam tangan pintar ini dalam berbagai versi, mulai edisi 'sport' seharga US$349 hingga edisi arloji berbalut emas 18 karat yang dibandrol US$17.000.

Survei Ipsos ini dilakukan kepada 1.245 orang Amerika antara 9 Maret 2015 sampai 13 Maret 2015. Data tersebut mencerminkan penduduk AS dan memiliki interval kredibilitas plus atau minus 3,2 poin persentase.  Survei ini juga menunjukkan, lebih dari setengah responden, tepatnya 52%, setuju dengan pernyataan smartwatch sudah "ketinggalan jaman". Seperempat responden mengatakan mereka tertarik membeli Apple Watch, namun 69% mengaku tidak ingin membelinya, dan 6% tidak yakin.

Apple memenag dapat dikatakan sebagai pendatang baru dalam "wearable devices" setelah beberapa perusahaan teknologi besar seperti Samsung, Sony dan LG beramai-ramai merilis smartwatch mereka yang sebagian didukung perangkat lunak yang dikembangkan Google.

Menurut perusahaan riset Strategy Analytics, secara global sekitar 4,6 juta smartwatch terjual pada 2014 yang terbilang kecil dibandingkan smartphone yang terjual lebih dari 1 miliar di seluruh dunia.